בְּרֵאשִׁ֖ית בָּרָ֣א אֱלֹהִ֑ים אֵ֥ת הַשָּׁמַ֖יִם וְאֵ֥ת הָאָֽרֶץ׃
(Genesis 1:1, Biblia Hebraica Stuttgartensia)
In the beginning God created the heavens and the earth.
(NASB)
In principio creavit Deus caelum et terram. (Latin Vulgate)
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (LAI TB)
I. Pendahuluan
Frasa pertama yang tertulis dalam Alkitab adalah "pada mulanya." Memahami frasa ini adalah hal yang sangat esensial, karena jika kita tidak memahami frasa ini maka kita tidak akan pernah memahami seluruh isi Alkitab. Frasa ini adalah pendahuluan yang sangat penting dan mendasar untuk memahami bagian selanjutnya di dalam Alkitab. Ada begitu banyak orang telah melakukan kesalahan dalam eksegesis isi Alkitab karena gagal memahami frasa pertama yang tertulis dalam Alkitab ini, dan ada begitu banyak orang yang melakukan kesalahan dalam menyusun materi khotbah dan berkhotbah karena gagal memahami frasa pertama dalam Alkitab.
Oleh karena rasa prihatin atas peristiwa tersebut yang dilihat dan diobservasi oleh penulis sendiri, maka oleh tujuan yang murni pula, yaitu untuk memproklamasikan kebenaran firman Allah yang murni, penulis digerakkan untuk menulis artikel ini. Penulis sangat berharap artikel ini dapat menjadi saluran berkat bagi semua orang Kristen di dunia ini. Jika setiap orang Kristen yang ada di dunia ini dapat benar-benar memahami frasa pertama yang tertulis dalam Alkitab, itu sudah sangat memuaskan hati penulis; karena jika setiap orang Kristen dapat memahami frasa pertama saja yang tertulis dalam Alkitab, maka tidak ada lagi orang Kristen yang dapat diguncangkan imannya, dan tidak ada lagi orang Kristen yang dapat disesatkan oleh pengajaran lain apa pun.
II. Analisa Linguistik Kejadian 1:1
Analisa linguistik menyajikan penggalian firman Allah secara mendalam dengan memahami makna kata demi kata, frasa demi frasa, dan kalimat demi kalimat yang berdasarkan dokumen-dokumen asli dari naskah Alkitab tersebut.
בְּרֵאשִׁ֖ית
kata pertama dalam naskah Ibrani ini terdiri atas preposisi "be" yang artinya " di dalam/dalam"dan kata benda "re'shit" yang artinya "permulaan." Maka terjemahan harafiahnya adalah: "di dalam permulaan."Preposisi "be" menunjukkan Allah yang Maha Agung dan kekal dan yang bersemayam di dalam kekekalan memulai karya-Nya dalam suatu konsep waktu. Pada saat itulah waktu pertama kalinya ada dan tercipta. Allah adalah pencipta waktu dan berkuasa atas waktu. Allah sudah ada jauh sebelum waktu ada, karena Allah adalah kekal, dan kekekalan itu sendiri diluar jangkauan konsep waktu atau melampaui waktu. Sedangkan setiap ciptaan Allah dibatasi oleh waktu, termasuk kita manusia. Manusia tidak dapat melampaui konsep waktu, karena manusia bukanlah Allah, tetapi manusia hanyalah ciptaan Allah yang terbuat dari debu tanah. Bagi manusia, waktu terbagi menjadi masa lalu, masa sekarang, dan masa depan, di mana posisi setiap masa ini akan menjadi masa lalu; maka masa lalu memegang peranan yang terpenting dalam kehidupan manusia yang menentukan masa sekarang dan masa depan.
Kata "re'shit" yang berarti permulaan menunjuk kepada Allah, "elohim." Allah adalah permulaan segala sesuatu, dan karena Allah adalah yang paling mula dan paling awal maka penguasa tertinggi ada pada diri Allah juga.
Bahasa Latin dalam hal ini menulis dengan kata-kata yang sangat baik: "In principio creavit Deus ..." (Pada mulanya/prinsipnya Allah menciptakan). Prinsip firman Allah adalah Allah sendiri. Karena Allah adalah permulaan segala sesuatu, maka seharusnya prinsip hidup kita juga adalah Allah, karena kita, sebagai manusia juga berasal dari Allah. Napas kita, tubuh kita, jiwa dan roh kita, adalah berasal dari Allah. Jika kita bisa benar-benar memahami satu poin yang sangat sederhana ini, maka kita tidak akan pernah meragukan Allah dan kita tida akan pernah menjadi seorang ateis atau beralih kepercayaan bahkan jika kita dipengaruhi oleh penyesat terhebat sekalipun!
expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>